Minggu, 27 November 2011

Penanganan Varicella (Cacar Air) Pada Anak

Varicella (chickenpox) atau cacar air adalah penyakit yang disebabkan infeksi primer virus varicella-zooster. Varicella sering menyerang anak-anak dibawah usia 12 tahun. Varicella ditularkan melalui batuk, bersin atau kontak langsung. Masa inkubasi varicella berlangsung 10-21 hari.

Varicella merupakan infeksi virus sehingga penanganan varicella tidak memerlukan antibiotik. Varicella dapat sembuh dengan sendirinya.




Gejala

Gejala utama varicella adalah anak demam selama 1-2 hari lalu diikuti timbulnya ruam antara hari ke-3 sampai hari ke-5. Ruam atau kelainan kulit pada varicella cukup khas yaitu papul kemerahan yang dengan cepat berkembang menjadi vesikel (lenting yang berisi cairan jernih), lalu pecah menjadi krusta (koreng). Awalnya, vesikel timbul di badan. Lalu vesikel dengan cepat menyebar ke wajah dan tangan dan kaki. Varicella biasanya disertai rasa gatal.

Selain demam, varicella disertai gejala prodromal lainnya yaitu sakit kepala, lemas, dan bisa tampak letargis.

Gambar Varicella :







Komplikasi

Varicella sebagian besar bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya. Namun varicella dapat menyebabkan komplikasi tertentu yaitu :
Dapat terjadi superinfeksi atau infeksi sekunder pada kulit disebabkan bakteri terutama group A beta haemolytic streptococcus dan Staphylococcus aureus.
Pneumonia
Encephalitis
Reye Syndrome. Reye syndrome sering terjadi bila anak mendapatkan aspirin saat terinfeksi virus.

Komplikasi jarang terjadi pada bayi, anak yang mempunyai daya tahan tubuh yang bagus, dan anak berusia di atas 15 tahun.



Pengobatan
Anak yang mempunyai daya tahan tubuh baik (tidak mempunyai penyakit immunocompromised) umumnya tidak memerlukan terapi spesifik tertentu. Karena varicella merupakan self limiting diseases (penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya)
Acyclovir adalah obat antivirus yang dapat diberikan apabila pasien memiliki risiko komplikasi seperti pasien immunocompromised. Agar efektif, acyclovir sebaiknya diberikan dalam 24 jam pertama sejak ruam muncul.
Bedak salisilat dapat diberikan untuk mengurangi gatal dan mencegah supaya vesikel tidak pecah.
Salep antiseptik dapat diberikan pada vesikel yang pecah atau bernanah. Apabila terdapat tanda infeksi bakteri pada kulit, dokter biasanya akan memberikan salep antibiotik. Antibiotik minum bisa diberikan bila terjadi infeksi sekunder yang berat.
Parasetamol bisa diberikan sesuai dosis terapi untuk menurunkan panas dan membuat anak lebih nyaman. Jangan memberikan aspirin sebagai penurun panas karena dapat meningkatkan risiko Reye syndrome.
Ingatkan anak untuk tidak menggaruk ruam serta pakaikan sarung tangan dan kaki saat tidur.
Potonglah kuku anak agar tidak luka saat menggaruk.
Anak dapat kembali bersekolah setelah semua krusta/koreng lepas.



Pencegahan

Untuk mencegah penularan ke anak lainnya, apabila anak anda menderita varicella jangan ijinkan anak bermain keluar rumah atau sekolah hingga semua krusta/korengnya lepas. Hindari anak yang sehat bermain dengan anak yang sakit varicella sampai ia sembuh dari varicella.

Berikan imunisasi varicella pada anak anda sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan pemerintah atau IDAI. Imunisasi varicella diberikan saat anak usia 12 bulan. Imunisasi varicella efektif mencegah infeksi varicella.



Referensi
Varicella. www.rch.org.au
Varicella (Chickenpox). www.healthychildren.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar